Selasa, 20 November 2012

Kisah Wortel, Telur, dan Kopi



Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di a
tas api.

Sabtu, 17 November 2012

“AIR INI HANYA UNTUK INSINYUR!!”

“AIR INI HANYA UNTUK INSINYUR!!”

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia
minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan “SIKAP POSITIF” . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Jumat, 09 November 2012

7 surga


LIRIK LAGU : 7 SURGA

Penyanyi: Edcoustic feat Fika
Cipt : Aden
Produksi: Forte Record
Kumandang cinta bergema hingga kehati
Lafaz lafaz asmara memanggil jiwa yang rapuh
Rapuhnya aku Kau maha tahu
Pagi siang malam dunia yang kutuju
Saat kujatuh baru kusadar Kau lah segalanya

Selasa, 06 November 2012

Mengapa Larutan Elektrolit Dapat Menghantarkan Arus Listrik???

Mengapa Larutan Elektrolit Dapat menghantar Listrik???

Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dijelaskan oleh seorang ilmuan bernama August Svante Arhenius pada tahun 1887. Menurut Arhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena adanya ion-ion yang bergerak bebas. Ion-ion tersebut menghantarkan listrik dalam larutan.

Oke... sekarang kita ambil contoh salah satu larutan elektrolitnya adalah larutan NaCl. Kita tahu bahwa larutan NaCl atau yang sering kita sebut larutan garam merupakan salah satu larutan elektrolit. 
NaCl jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi ion Na+ dan Cl-.